Selasa (12/12), warga tani desa Babadan Lor khususnya mengadakan tradisi Labuhan. Kegiatan ini dilakukan serentak yang dipusatkan di 3 (tiga) lokasi. Untuk Dusun 1 Kedunggulun dipusatkan di depan rumah Pak Kades tepatnya di RT 003, Dusun 2 dan 3 dipusatkan di Gubug Sawah Wangan (DAM Seringin) dan Dusun 4 Bulakblawong dipusatkan di Gubuk Sawah Bulakblawong. Acara dilaksanakan mulai pukul 06.00 pagi.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Babadan Lor Drs. Sumarlan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua warga tani Desa Babadan Lor yang telah nguri-nguri (melestarikan) tradisi labuhan sebagai wujud rasa syukur serta semoga warga tani Desa Babadan Lor senantiasa diberikan keselamatan dalam mengerjakan sawah dan diberikan hasil yang melimpah dengan harga yang tinggi pada waktu panen nanti.
Labuhan sendiri berasal dari kata labuh yaitu musim/masa labuh, masa tenggang antara kemarau dan musim penghujan. Cara petani bersyukur akan turunnya hujan dan agar mendapat keberkahan, diwujudkan dengan berbagai tradisi. Salah satunya dengan tradisi labuhan. Tak kecuali Desa Babadan Lor pun memiliki tradisi tersebut.
Pelaksanaan upacara Labuhan di desa, biasanya di sawah dengan membawa tumpeng serta panggang ayam dan aneka makanan dan dimulai dengan kirim do’a atau kenduri. Warga yang hadir sebagian besar diwakili oleh kaum laki-laki setelah kirim doa, makanan tersebut dibungkus dengan daun pisang dan dibawa pulang masing-masing warga.