You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Babadan Lor

Kec. Balerejo, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur

25 KETERAMPILAN DASAR KADER BIDANG KESEHATAN


25 KETERAMPILAN DASAR KADER BIDANG KESEHATAN

Peran Penting Kader Posyandu

Mengutip buku Keaktifan Kader dalam Pencegahan Stunting pada Anak Balita karya Femyta Eko Widiansar, dkk., kader posyandu merupakan anggota masyarakat di suatu daerah yang bersedia, mampu, dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu. Peran Kader Posyandu antara lain:

  1. Penggerak dan Penyuluh Kesehatan

Kader Posyandu bertugas mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Mereka memberikan informasi kesehatan yang sesuai dengan konteks sosial budaya setempat, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan.

  1. Pelayanan Kesehatan

Setiap bulan, kader melakukan kegiatan rutin yang meliputi pengukuran berat badan, penyuluhan, dan pencatatan data kesehatan masyarakat. Selain itu, mereka juga memberikan layanan konsultasi dan konseling kepada orang tua dan keluarga balita, membantu mereka memahami dan menerapkan praktik kesehatan yang baik.

  1. Pencatatan dan Pelaporan

Kader Posyandu bertanggung jawab untuk mencatat kegiatan yang dilakukan di Posyandu dan melaporkan hasilnya kepada ketua serta pembina kader. Mereka juga bertugas dalam mengelola Sistem Informasi Posyandu (SIP) untuk membantu memahami permasalahan kesehatan di masyarakat, sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam penanganannya.

25 Keterampilan Kader Posyandu

Untuk mendukung perannya, seorang kader posyandu harus memiliki setidaknya sejumlah keterampilan dasar. Berdasarkan Surat Edaran Pelaksanaan Pembinaan Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2023, berikut 25 keterampilan dasar yang wajib dimiliki kader posyandu :

a. Keterampilan Pengelolaan Posyandu

  1. Menjelaskan paket layanan posyandu untuk seluruh siklus hidup.
  2. Melakukan pencatatan dan pelaporan.
  3. Melakukan kunjungan rumah.
  4. Melakukan komunikasi efektif.

b. Keterampilan Bayi dan Balita

  1. Menjelaskan penggunaan Buku KIA bagian balita.
  2. Melakukan penyuluhan ASI Eksklusif dan MPASI kaya protein hewani sesuai umur.
  3. Melakukan penimbangan, pengukuran panjang/tinggi badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan atas.
  4. Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal, kurang, dan tindak lanjutnya.
  5. Menjelaskan stimulasi perkembangan, Vitamin A, dan obat cacing sesuai umur.
  6. Menjelaskan layanan imunisasi rutin lengkap dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti Hepatitis, Difteri, Campak, Rubella, dan Diare.
  7. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita.

c. Keterampilan Ibu Hamil dan Menyusui

  1. Menjelaskan penggunaan Buku KIA bagian ibu hamil dan nifas.
  2. Melakukan penyuluhan isi piringku untuk ibu hamil dan ibu menyusui.
  3. Menjelaskan pemeriksaan ibu hamil dan ibu nifas.
  4. Menjelaskan pentingnya memantau berat badan, lingkar lengan, dan tekanan darah ibu hamil menggunakan kurva Buku KIA.
  5. Menjelaskan anjuran minum tablet tambah darah (TTD) setiap hari selama hamil.
  6. Menjelaskan pemantauan tanda bahaya ibu hamil dan ibu nifas.

d. Keterampilan Usia Sekolah dan Remaja

  1. Melakukan penyuluhan isi piringku dan aktivitas fisik.
  2. Menjelaskan program pencegahan anemia, termasuk tablet tambah darah dan skrining HB pada remaja putri.
  3. Melakukan penyuluhan bahaya rokok, Napza, dan kehamilan remaja.

e. Keterampilan Usia Produktif dan Lansia

  1. Melakukan penyuluhan germas (isi piringku, aktivitas fisik, dan cek kesehatan).
  2. Menjelaskan penyakit terbanyak seperti obesitas, hipertensi, diabetes, stroke, kanker, PPOK, TBC, kesehatan jiwa, dan geriatri.
  3. Melakukan deteksi kesehatan usia produktif dan lansia menggunakan kuisioner untuk PPOK, TBC, kesehatan jiwa, geriatri, dan diabetes.
  4. Melakukan penyuluhan keluarga berencana.

f. Keterampilan Umum

  1. Mengelola administrasi dan logistik posyandu.
  2. Membuat laporan bulanan posyandu.
  3. Mengorganisir kegiatan posyandu.
  4. Melakukan evaluasi kegiatan posyandu.
  5. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti puskesmas dan dinas kesehatan.

Dengan menguasai 25 keterampilan dasar ini, kader posyandu dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan menyeluruh kepada masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan mereka.

Bagikan artikel ini:
Komentar
<

APBDes 2025 Pelaksanaan

Rp2,647,561,561 Rp2,843,280,697
93.12%
Rp2,424,600,575 Rp2,645,092,932
91.66%
Rp232,012,235 Rp232,012,235
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Rp10,000,000 Rp10,000,000
100%
Rp377,674,000 Rp377,674,000
100%
Rp1,075,275,000 Rp1,075,275,000
100%
Rp71,816,897 Rp71,816,897
100%
Rp793,316,000 Rp793,316,000
100%
Rp300,000,000 Rp500,000,000
60%
Rp198,800 Rp198,800
100%
Rp4,280,864 Rp0
100%
Rp15,000,000 Rp15,000,000
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Rp1,344,395,075 Rp1,352,650,800
99.39%
Rp748,975,500 Rp957,108,000
78.25%
Rp179,902,500 Rp180,437,500
99.7%
Rp44,927,500 Rp45,517,500
98.7%
Rp106,400,000 Rp109,379,132
97.28%