You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Desa Babadan Lor

Kec. Balerejo, Kab. Madiun, Prov. Jawa Timur

Tradisi "Methil" Salah Satu Warisan Kearifan Lokal


Tradisi

Tradisi methil sebagai penanda dimulainya panen raya padi kini mulai ditinggalkan petani. Hanya petani yang sudah lanjut usia yang melestarikan tradisi nenek moyang ini. Tradisi Methil dilakukan petani saat panen padi, yang dimaknai sebagai wujud syukur atas keberhasilan panen padi yang dilakukan bersama masyarakat disekitarnya.

Oleh karena itu Pemerintah Desa Babadan Lor bersama semua elemen masyarakat mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat atau pinisepuh desa serta warga tani menggelar tradisi methil secara massal sebagai wujud bagian dari “nguri-nguri budoyo jawi” atau melestarikan budaya/tradisi yang ada di masyarakat khususnya para petani.

Methil atau dalam Bahasa Indonesia diartikan memetik adalah prosesi yang dilakukan petani sebelum melaksanakan panen raya padi. Methil sudah menjadi tradisi nenek moyang yang diwariskan turun temurun.

”Methil sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan nikmat atas hasil padi yang baik. Tujuannya agar ayem tentrem dan bermanfaat,”ujar Kepala Desa Babadan Lor, Drs. Sumarlan dalam sambutannya.

Dalam acara methil massal ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur J. Ristu Nugroho, Bhabimkantibmas dan Babinsa Desa Babadan Lor.

Sementara itu Anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) J. Ristu Nugroho atau yang akrab disapa Mbah Tu dalam sambutannya mengatakan kegiatan atau tradisi methil perlu dibudayakan lagi dan dilestarikan lagi agar tidak punah dan hilang ditelan jaman. Tradisi methil massal atau bersama ini selain rasa syukur kepada Yang Kuasa atas hasil yang akan kita panen tetapi juga bentuk menanamkan tali kebersamaan.

“Methil kali ini dikemas secara massal atau bersama yang baru dilakukan pertama kali di Desa Babadan Lor. Berikutnya Pemerintah Desa akan menjadikan agenda tahunan tradisi ini dengan persiapan yang lebih baik lagi, “ lanjut Drs. Sumarlan.

Saya berharap mudah-mudahan warga tani memperoleh hasil yang baik dan melimpah,” tambahnya.

Bagikan artikel ini:
Komentar
<

APBDes 2025 Pelaksanaan

Rp2,647,561,561 Rp2,843,280,697
93.12%
Rp2,424,600,575 Rp2,645,092,932
91.66%
Rp232,012,235 Rp232,012,235
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Rp10,000,000 Rp10,000,000
100%
Rp377,674,000 Rp377,674,000
100%
Rp1,075,275,000 Rp1,075,275,000
100%
Rp71,816,897 Rp71,816,897
100%
Rp793,316,000 Rp793,316,000
100%
Rp300,000,000 Rp500,000,000
60%
Rp198,800 Rp198,800
100%
Rp4,280,864 Rp0
100%
Rp15,000,000 Rp15,000,000
100%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Rp1,344,395,075 Rp1,352,650,800
99.39%
Rp748,975,500 Rp957,108,000
78.25%
Rp179,902,500 Rp180,437,500
99.7%
Rp44,927,500 Rp45,517,500
98.7%
Rp106,400,000 Rp109,379,132
97.28%